Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 September 2013

KARAKTERISTIK PERADABAN YUNANI









Karakteristik Peradaban Yunani

Yunani adalah bangsa yang mendapat banyak karunia, bangsa yang paling cerdas, cerdik, bakat dan hasrat intelektual dan cultural yang tinggi. Bangsa Yunani telah memainkan peranan penting diatas panggung sejarah dunia dengan hasil filsafat dan kebudayaannya, serta tokoh tokoh terkemuka di bidang ilmu dan kebudayaan yang menyemarakkan perpustakaan-perpustakaan dunia.

Jika kita membuat kritik dan analisis tentang ciri-ciri peradaban Yunani dengan mengesampingkan segala unsur peradaban lain yang turut berperan serta di dalamnya, maka peradaban itu mempunyai beberapa keistimewaan dibanding dengan peradaban-peradaban lainnya terutama peradaban-peradaban timur sebagai berikut:
Kepercayaan yang berlebih-lebihan terhadap kemampuan panca indera dengan meremehkan hal-hal di luar jangkauan panca indra.
Kelangkaan rasa keagamaan dan kerohanian.
Sangat menjunjung tinggi kehidupan duniawi dan menaruh perhatian yang berlebihan terhadap manfaat dan kenikmatan hidup.
Memiliki rasa patriotisme.

Semua itu dapat diringkas dengan satu kata: materialisme. Materialisme Yunani ini telah menjadi lambang peradabannya sehingga mewarnai segala yang bertalian dengan Yunani, mereka tidak mampu menggambarkan sifat-sifat Allah dan kekuasaanya kecuali dalam bentuk bermacam-macam dewa yang dipahatkan dalam bentuk patung-patung lalu membangun tempat tempat peribadatan dan kuil-kuil sebagai tempat dewa-dewa itu. Demikianlah untuk urusan rezeki ada dewanya sendiri untuk cinta dewa sendiri dan ada pula dewa kemenangan. Segala atribut untuk tubuh manusia dikenakan juga padanya lalu disusunlah mitos-mitos dan legenda-legenda sekitar dewa-dewa itu. Mereka melukiskan pengertian pengertian abstrak dalam bentuk fisik maka terciptalah dewa cinta dewa kecantikan dan seterusnya. Dasar/pola sepuluh landasan berpikir dan sembilan cakrawala dari filsafat Aristoteles dalam bukunya catagoris tidak lain adalah percikan pemikiran materialistik yang sangat berpengaruh dalam peradaban Yunani.

Dr. Hass telah menyampaikan tiga makalah, dan ada beberapa yang dapat dikutip dari tiga makalah itu:

“Peradaban Yunani adalah inti dari peradaban barat sekarang ini, yang terpenting dalam peradaban itu menurut para tokohnya ialah tumbuhnya berbagai potensi manusia dengan pertumbuhan yang berkesinambungan. Ukuran ideal menurut mereka adalah tubuh yang indah dan serasi. Pikiran demikian tiada lain ialah karena penelitian besar terhadap hal-hal yang dapat dijangkau oleh panca indera. Perhatian mereka yang terbesar ditumpahkan pada latihan fisik, permainan olahraga, tari, dll. Sedangkan pendidikan mental meliputi puisi, nyanyi, teater, filsafat dan ilmu-ilmu fisika dijaga sedemikian rupa supaya tidak mencapai taraf yang mengutamakan jiwa melebihi keutamaan badan. Agama mereka kosong dari nilai-nilai spiritual tanpa teologi, tanpa lapisan elit keagamaan. Adapun warna spiritual dalam tradisi azves dan lain-lainnya sesungguhnya adaptasi dari peradaban timur dan tidak valid untuk dikaitkan dengan peradaban Yunani." [1]

Kaum intelektual Barat mengakui langkanya rasa keagamaan dan tipisnya kesadaran spiritual serta kesungguhan bangsa Yunani dalam menjalankan agama, ditambah kecenderungan hidup mewah dan santai. W. E. H. Lecky, misalnya menulis dalam bukunya History of European Morals sebagai berikut:

"Yunani menggerakkan semangat rasionalistik intelektual, sementara Mesir menggerakkan semangat spiritual mistis." Selanjutnya Lecky mengutip pengarang Romawi, Apuleuis yang berkata) orang-orang Mesir mengagungkan dewa-dewa mereka dengan merendahkan diri dan meratap sementara orang Yunani memuliakan dewa-dewa mereka dengan menari dan menyanyi lalu mengomentari hal itu) tak dapat disangsikan lagi bahwa sejarah membenarkan dan menguatkan keterangan itu. Tak ada satu agamapun yang dapat menyamai agama dan tradisi tradisi Yunani dalam banyak hal seperti kesenangan-kesenangan, hari raya dan permainan-permainan dan tipisnya rasa takut dan tunduk kepada Tuhan. Orang orang Yunani tidak memuliakan Tuhan mereka kecuali hanya seperti mengagungkan tokoh-tokoh dan para pemimpin mereka. Mereka cukup memuliakan Tuhan dengan upacara-upacara biasa dan perayaan perayaan tradisional yang berlaku."[2]

Di Yunani terdapat filsafat ketuhanan dan berbagai akidah yang jauh dari rasa hormat kepada Tuhan, beribadah, merendah diri, merasa takut dan meminta perlindungan kepada-Nya, karena filosof yang meniadakan ikhtiar Tuhan, perbuatan, penciptaan, dan penguasaan-Nya atas alam semesta serta yang mengaitkan alam ini dengan apa yang disebutnya dan gerak semesta, tidak menghendaki Allah dalam kehidupan praktis melainkan hanya sebagai tradisi. Maka kalau kita mendengar bahwa bangsa Yunani tidak tunduk kepada Tuhan Allah dan bahwa ibadah-ibadah serta amalan perbuatan keagamaan mereka hanya bersifat fisik tanpa jiwa, dan bahwa mereka mengagungkan Tuhan hanya seperti mengagungkan tokoh-tokoh dan pemimpin mereka, kitapun sama sekali tak merasa heran, justru kita akan merasa heran jika mendengar yang sebaliknya.

Orang Yunani mengagung-agungkan kehidupan duniawi hingga melampui batas, demikian pula kesenangan terhadap patung-patung, gambar-gambar, nyanyian, musik, yang mereka sebut sebagai seni yang indah. Para pengarang dan pujangga melampiaskan kebabasan individu sedemikian rupa hingga tak kenal lagi batas dan tak peduli terhadap dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap moral bangsa. Moto seorang laki-laki merdeka adalah mereguk kepuasan nafsu sepuas-puasnya, memburu kesenangan hidup dan menikmati kehidupan dunia tanpa mengenal batas. Sebagaimana dikutip oleh Plato dalam bukunya melukiskan laki-laki Yunani yang merdeka seperti kritikus masa kini menyerang dunia abad ke 20 yang hidup di salah satu ibu kota negara barat. Jika dikatakan padanya bahwa kesenangannya itu ada yang baik dan yang buruk dan yang baik itu harus pantas dikerjakan dan dihormati, sedang yang buruk harus dihindari dan pantas mendapat hukuman, iapun tidak akan menerima dan tak akan mendengar aturan benar ini. Demikianlah dia menjalani hari-hari dalam kehidupannya, melampiaskan hawa nafsu yang sering merongrongnya. Sekali ia bermabuk-mabukan sambil menikmati nyanyian di lain kali ia hanya menenggak air dan kadang-kadang tenggelam dalam pendidikan dan latihan, dan di lain kali lagi bersantai-santai dan bermalas-malasan, kadang masuk dunia politik dan berpidato sesuai dengan tema masanya, hidupnya tak menentu namun ia tetap mengangap hidup ini menyenangkan dan penuh kenikmatan, dan akan dijalani kehidupan sedemikian itu sampai akhir hayatnya .

Adapun patriotisme memang sudah menjadi tabiat yang melekat pada orang Eropa lebih kuat dibandingkan Asia. Patriotisme lebih kuat dan nyata karena didorong oleh kondisi geografisnya. Kawasan Asia amat luas dan meliputi berbagai iklim dan berbagai ras dan penduduk yang amat banyak tanahnya subur menjamin berbagai macam macam penghidupan. Sedangkan Eropa dipenuhi oleh pergulatan hidup yang tak kunjung selesai untuk menentukan kelangsungan hidup karena padatnya penduduk dan sempitnya wilayah yang sukar diubah alamnya, terutama bagian barat Eropa tengah dan selatan, karena itu gambaran politis Eropa kuno tidak lebih dari kumpulan negara negara kecil dengan wilayah beberapa mil saja. Dan contoh yang paling realistis dari gambaran ini ialah tanah Yunani yang diawali sejarahnya merupakan tempat berdirinya berpuluh-puluh kota kecil yang berdiri sendiri sendiri.

Maka tidak mengherankan jika Yunani menjunjung tinggi patriotisme. Patriotisme disepakati sebagai lebih utama daripada sekedar kebaikan budi, bahkan Aristoteles tidak cukup hanya mengajarkan patriotisme belaka melainkan juga mengajarkan bahwa orang Yunani harus memperlakukan bangsa-bangsa barbar (orang asing) sebagai memperlakukan binatang ternak sehingga jika seorang filosof berkata bahwa ia tidak hanya membela oraang orang senegaranya saja melainkan berbuat baik kepada seluruh orang-orang Yunani maka filosof itu pasti menimbulkan keheranan orang-orang dan akan memperoleh pandangan yang sinis dari orang orang senegaranya.

Footnote:

[1] Abul Hasan Ali Aml-Nadwi, Islam Membangun Peradaban Dunia, Pustaka Raya, hal. 230. (lihat juga Halide Edib, hal. 226-227).

[2] Abul Hasan Ali Aml-Nadwi, Islam Membangun Peradaban Dunia, Pustaka Raya, hal. 230. (lihat juga W. E. H. Lecky, History of European Morals, London, 1869, J. I, hal. 334-335).
     
      Baca Selengkapnya »      

Rabu, 07 November 2012

KUMPULAN DOA SEHARI-HARI

Bagi teman-teman yang ingin memperbanyak koleksi doa-doa sehari-hari, silahkan melihat-lihat doa-doa di bawah ini,,,jangan lupa diamalkan yach...


Doa sehari-hari

Doa sebelum tidur
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ

Doa sesudah tidur
الْحَمْدُ لِلهِ الَذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَناَ وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Doa memakai baju
الْحَمْدُ لِلهِ الَذِى كَسَانِى هذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ وَلاَ قُوَّةٍ.

Doa mengenakan baju baru
اللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ مَاصُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.

Doa masuk WC
باِسْمِ اللهِ اللّهُمَّ إِنِّي أّعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Doa keluar WC
غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنىِّ اْلأَذَى وَعَافَنِى.

Doa setelah berwudhu/tayammum
اللهُمّ َاجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِيْنَ.

Doa keluar rumah
بِاسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ.

Doa masuk rumah
بِاسْمِ اللهِ وَلَجْناَ وَبِاسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلىَ رَبِّناَ تَوَكَّلْناَ.

Doa masuk masjid
اللّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

Doa keluar dari masjid
اللّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ مِنْ فَضْلِكَ.

Doa sujud syukur/tilawah
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِى خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ.

Doa untuk orang yang sakit
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُهُ سَقَماً (رواه البخارى ومسلم)

Doa setelah adzan
اللّهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ وَالصّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدِناَمُحَمَّدًا نِالوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدَا الَّذِى وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادُ.

Doa ketika mimpi buruk
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ َعمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّآتِ اْلأَحْلاَمِ.

Doa ketika dalam kesulitan
إِنَّ لِلّهِ مَا أَخَذَوَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلَّ شَـْئٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فًلْتَصْبِرْ وَلْتَحْسِبْ.

Doa sebelum salam
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالمْمَاَتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

Doa menjelang pagi
اللهُمَّ بِكَ أَصْبَحْناَ وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرِ.

Doa menjelang malam  
اللهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْناَ وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.
     
      Baca Selengkapnya »      

Minggu, 25 Maret 2012

Hari Anda adalah Hari Ini


Hari Anda Adalah Hari Ini
Jika datang pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan kejelekannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu datang.
Hari ini dengan mataharinya yang menyinari Anda, adalah hari Anda. Umur Anda hanya sehari. Karena itu anggaplah rentang kehidupan Anda adalah hari ini saja, seakan-akan Anda dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini juga. Saat itulah Anda hidup, jangan tersangkut dengan gumpalan masa lalu dengan segala keresahan dan kesusahannya, dan jangan pula terikat dengan ketidakpastian-ketidakpastian di masa yang penuh dengan hal-hal yang menakutkan serta gelombang yang sangat mengerikan. Hanya untuk hari ini sajalah seharusnya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.
Pada hari ini Anda harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu', bacaan Al-Quran yang sarat tadabbur, dzikir yang sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian pada jiwa dan raga, serta bersikap sosial terhadap sesama.
Hanya untuk hari ini saja, saat mana Anda hidup. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat dimana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Terimalah rezeki yang Anda dapatkan hari ini dengan penuh keridhaan: Istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan posisi Anda.
“Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS Al-A'raf: 144)
Jalanilah hidup Anda hari ini dengan tanpa kesedihan dan guncangan jiwa, tanpa rasa tidak menerima dan keirian, dan tanpa kedengkian.
Satu hal yang harus Anda lakukan adalah menuliskan pada dinding hati Anda suatu kalimat (yang juga harus Anda tuliskan dia atas meja Anda): "Harimu adalah hari ini". Jika Anda makan nasi hangat hari ini, maka apakah nasi yang Anda makan kemarin atau nasi besok hari yang belum jadi akan berdampak negatif terhadap diri Anda?
Jika Anda bisa minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin? Atau, mengapa malah mengharapkan air yang hambar dan panas yang akan datang esok hari ?
Jika Anda jujur terhadap diri Anda sendiri maka dengan kemauan keras, Anda akan bisa menundukkan jiwa Anda pada teori ini : "Saya tidak akan pernah hidup kecuali hari ini." Oleh karena itu, manfaatkanlah hari ini, setiap detiknya, untuk membangun kepribadian, untuk mengembangkan semua potensi yang ada, dan untuk membersihkan amalan Anda.
Katakanlah: "Hari ini saya akan mengatakan yang baik-baik saja. Saya tidak akan pernah mengucapkan kata-kata kotor dan menjijikkan, tidak akan pernah mencela dan mengghibah. Hari ini saya akan menertibkan rumah dan kantor, agar tidak semrawut dan berantakan, agar rapi dan teratur. Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan memperhatikan kebersihan dan penampilan diri. Juga, gaya hidup, keseimbangan cara berjalan, bertutur dan tindak tanduk."
Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, melakukan shalat sesempurna mungkin, melakukan shalat-shalat nafilah sebagai bekal untuk diri sendiri, bergelut dengan Al-Qur'an, mengkaji buku-buku yang ada, mencatat hal-hal yang perlu, dan menelaah buku yang bermanfaat.
Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan menanam nilai-nilai keutamaan di dalam hati ini dan mencabut pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri: takabur, ujub, riya', dan buruk sangka.
Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kebaikan kepada mereka: menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang kebingungan, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang dalam kesulitan, membantu yang dizhalimi, membantu yang lemah, mengasihi yang menderita, menghormati seorang yang alim, menyayangi anak kecil, dan menghormati yang sepuh.
Karena saya hidup untuk hari ini saja maka saya akan hidup untuk mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah bersama mataharimu. Aku tidak akan menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku tercenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."
"Wahai masa depan, yang masih berada dalam keghaiban, aku tidak akan pernah bergelut dengan mimpi-mimpi dan tidak akan pernah menjual diri untuk ilusi. Aku tidak memburu sesuatu yang belum tentu ada karena esok hari tidak berarti apa-apa, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak pantas dikenang."
"Hari Anda adalah hari ini", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan", kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.
Dinukil dari:
BUKU LA TAHZAN
     
      Baca Selengkapnya »      

Jangan Tangisi Apa yang Bukan Milikmu


Jangan Tangisi Apa yang Bukan Milikmu


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.
Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.
Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!
Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
     
      Baca Selengkapnya »      

SETEGUH GUNUNG UHUD


Seteguh Gunung Uhud

Di antara ciri orang mukmin adalah berpendirian teguh, pantang menyerah, tidak kenal mundur, dan punya keinginan yang kuat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu. (QS Al-Hujuraat: 15).
Sedangkan ciri orang munafik adalah: Karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan. (QS At-Taubah: 45). Keputusan yang mereka buatpun tidak lurus. Ketika keputusan itu ada di belakang mereka maka merekapun mengingkarinya, dan ketika mereka berjanji maka mereka akan melanggarnya.
Wahai hamba Allah, ketika kilat kebenaran itu menyala terang, zhann yang ada dibenakmu itu lebih kuat, dan manfaat-manfaat yang bisa diraih jelas maka lakukanlah dengan tanpa mempertimbangkan ini itu lagi dan jangan ditangguhkan. Buanglah kata "seandainya", "kelak akan", dan "bisa jadi", melajulah seperti pedang di tangan seorang pahlawan.
Ada seorang suami yang selalu ragu untuk menceraikan isterinya yang telah membuatnya merasa tua dan miskin. Suami itu pun mengadukan permasalahannya kepada hakim. Hakim bertanya, "Berapa tahun engkau hidup bersama isterimu ini?" Jawab sang suami, "Empat tahun." Hakim itu bertanya keheranan, "Selama empat tahun, dan engkau mampu menelan pil kehidupan?"
Memang benar ada yang disebut kesabaran, ketabahan, dan penantian. Tapi, sampai kapan? Hanya orang yang peka yang tahu apakah sesuatu itu sempurna atau tidak, baik atau tidak, bisa dilanjutkan atau tidak? Saat itulah dia akan segera mengambil keputusan.
Seorang penyair berkata: Obat penawar bagi yang tidak disukai adalah segera melepaskannya.
Dari cerita-cerita tentang perjalanan hidup orang bisa ditarik garis besar bahwa keraguan dan kebingungan itu menyerang umat manusia kapan saja. Namun umumnya umat manusia itu mudah sekali ragu dan bingung.
Pertama, pada saat menentukan tempat belajar dan spesialisasi yang akan diambil. Rata-rata calon mahasiswa ketika harus masuk pendidikan tinggi, tidak tahu harus mengambil jurusan apa, dan itu makan waktu lama untuk menimbang dan memilih. Banyak mahasiswa yang membuang-buang waktunya hingga bertahun-tahun karena ragu jurusan apa yang harus dipilih dan fakultas mana yang harus dimasuki. Ada sebagian yang ragu sebelum mendaftar, sampai akhirnya waktu pendaftaran habis. Dan, ada juga masuk jurusan apa saja, dan hanya betah setahun dua tahun. Pertamanya, masuk fakultas syariah, kemudian berpaling ke fakultas ekonomi, dan setelah beberapa semester pindah ke kedokteran. Usianya pun habis terbuang untuk berpindah-pindah jurusan.
Seandainya dari awal mau mempelajari kemampuan dirinya, bermusyawarah, dan sering melakukan istikharah, kemudian tidak menoleh kanan kiri, niscaya akan bisa menghemat umurnya dan akan memperoleh apa yang dia inginkan dari spesialisasi yang diambilnya.
Kedua, pada saat memilih pekerjaan yang sesuai. Sebagian orang ada yang tidak tahu apa profesi yang cocok untuk dirinya. Saat sudah menjadi pegawai, ia masuk ke perusahaan. Tak berapa kemudian ia keluar dari perusahaan itu untuk merintis usaha dagang. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam dagang maka ia pun bangkrut, dan jatuhlah miskin. Dan, terakhir, malah luntang lantung tak punya pekerjaan.
Saya tegaskan di sini, siapa dibukakan pintu rezki, maka hendaklah ia menekuninya. Itu berarti, rezkinya memang ada di pintu itu. Karena siapa pun menekuni satu bidang kerja niscaya akan datang kepadanya kemudahan, pertolongan dan hikmah.
Ketiga, pada saat menentukan untuk menikah. Banyak pemuda yang maju mundur dalam menentukan isteri. Terkadang pendapat orang lain masuk mempengaruhi penentuan pilihan. Menurut bapak, ada seorang wanita yang cocok untuk anaknya, namun itu bukan pilihan anak yang bersangkutan dan tidak disetujui ibunya. Mungkin saja si anak (terpaksa) setuju dengan pilihan bapaknya, tapi akhirnya rumah tangga anaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dikehendaki.
Nasehat yang bisa saya sumbangkan adalah bahwa Anda jangan maju, khususnya, dalam masalah pernikahan kecuali dari sisi agama, kecantikan, dan kepribadian sudah bisa diterima. Sebab masalah pernikahan adalah masalah kelangsungan hidup si wanita, dan bukan sesuatu yang ketika tidak lagi berharga, lalu dengan bebas dicampakkan begitu saja.
Keempat, pada saat hendak menjatuhkan talak. Sehari berikutnya sudah bulat keinginannya untuk berpisah, sehari kemudian ingin hidup bersama lagi, dan sehari berikutnya berkeinginan untuk mengakhiri kebersamaannya, dan hari berikutnya berkeinginan untuk memutuskan tali hubungannya. Dengan terlalu sering berubah pikiran seperti itu, maka diapun dilanda keletihan, dirundung panas jiwa, dan rusak cara berpikirnya. Semua itu, hanya Allah yang tahu.
Kesempitan jiwa ini harus diakhiri dengan keputusan yang pasti. Manusia itu hidup hanya sekali, hari-hari yang telah dilaluinya tidak akan berulang, jam-jam yang sudah lewat tidak akan kembali lagi. Karenanya, ia harus berusaha menikmati waktu-waktu yang tidak akan kembali itu dan agar waktu-waktu itu menghantarkan kita kepada kebahagiaan dengan cara menetapkan keputusan.
Ketika orang muslim itu telah menetapkan keinginannya, membulatkan tekad, dan bertawakal kepada Allah setelah sebelumnya beristikharah dan meminta rekomendasi dari sana-sini, maka ia sebagaimana dikatakan di muka, jika mau maka ia akan meletakkan matanya di antara dua keinginannya, dan mau tahu apa akibat yang mungkin terjadi.
Ia melaju bagaikan aliran air, meluncur ke depan bagaikan sabetan pedang, kokoh bagaikan jaringan waktu, dan memancar bagaikan pancaran fajar.
Sebagaimana terbayang dalam ketegasan Nuh a.s. menghadapi kaumnya yang benci, ...karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (QS Yunus: 71).
Dr. 'Aidh al-Qorny
     
      Baca Selengkapnya »      

Sesungguhnya Inilah Aku Adanya


Sesungguhnya Inilah Aku Adanya
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam keadaan telanjang, kemudian Dia beri aku pakaian.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kebodohan, kemudian Dia beri aku lentera ilmu.
Sesungguhnya aku temui diriku dalam kelemahan iman, fisik dan mental, kemudian Dia beri aku keteguhan dan kekuatan
Sesungguhya aku dapati diriku dalam kesesatan dan kejahiliyahan, kemudian Dia memberi aku petunjuk.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kegelapan, kemudian Dia beri aku cahaya.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kebingungan, kemudian Dia beri aku jalan keluar.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kehinaan dan kerendahan, kemudian Dia beri aku kemuliaan dan izzah serta iffah.
Akulah petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakekat kemanusiaanya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang lebih baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif.
Mimpi-mimpiku hari ini adalah kenyataan hari esok. Yang akan aku wujudkan dengan kerjasama dan azzam yang mantap. Kemudian bumi yang merana ini akan aku cerahkan dengan kesegaran embun fikrah yang aku miliki. Yang berkuasa tidak akan selamanya di pucuk pimpinan. Yang lemah tidak akan selamanya di bawah. Yang berjuang akan menuai hasil gemilang dan berkah, aku pun terus bersiap untuk turut ambil bagian dalam perjuangan itu.
Fikrahku ini akan menang jika kita memiliki iman kuat, tulus dan ikhlas, serta semangat yang berkobar dalam berjuang. Seorang pejuang memiliki empat ciri khas, yaitu iman, ikhlas, semangat dan amal. Dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas adalah hati yang suci murni, landasan semangat adalah perasaan yang kuat, sedangkan amal adalah tekat yang selalu segar.
Akan kupegang terus azzamku ini, karena sesungguhnya sholatku, ibadahku, dan matiku hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Inilah aku, sedangkan kamu, kamu siapa?
     
      Baca Selengkapnya »